Lomba Blog Depok


kunjungi : lomba blog depok

Senin, 30 November 2009

Membuat Kari & Naan India

Kemarin nyoba buat Kari & Roti Naan, ternyata mudah & murah modalnya. Rasanya maknyuss nga beda2 amat sama yg di restoran yg muahal.

Saya banyak pakai rempah bubuk karena praktis. Menu yg saya buat ala India Selatan Kari dg santan & roti Naan.


1. KARI.
***Daging Sapi 400 gram, potong dadu. Lebih bagus daging mmbeeek.. atau ayam karena lebih mudah lunak.

***Bumbu bubuk :
- Kunyit, Jahe, Jinten, Cabe, @1 sendok makan. Mestinya pakai ketumbar tapi saya lupa beli. :D.
- Kayumanis, Pala, Adas, @1 sendok teh.

***Bumbu segar :
-Bawang Merah, Bawang putih @5 siung di cincang.
-Bawang Bombai 1 butir di cincang.
-Tomat 1 buah potong dadu.
-Santan kemasan 250 cc.

***Bumbu kering utuh :
-Bunga Lawang 1 buah
-Kapulaga 3 buah
-Cengkeh 3 buah
-Daun kari/salam koja. Saya tidak pakai coz nyari nga dapet.

*Tips.
- Beberapa orang tidak suka rasa yg menyengat & getir dari masakan India bisa dikurangi atau malah jangan pakai sama sekali Pala & Cengkih. Indikasinya jika anda tidak suka makan bakso pakai seledri atau tidak suka daun kemangi.

Cara Buat.
1. Sangrai bumbu bubuk, setelah wangi masukan ke daging yg sudah di cuci, remas² diamkan 20 menit.
2. Tumis bumbu segar sampai wangi, tambahkan garam secukupnya.
3. Masukan bumbu kering utuh.
4. Masukan daging sapi, setelah layu masukan air secukupnya agar daging empuk direbus, dan kecilkan api.
5. Setelah hampir kering masukan santan sambil diaduk.

2. ROTI NAAN
- Tepung terigu 250 gram.
- Telur 2 butir
- Minyak Sayur, sebaiknya pakai zaitun atau samin..
- Garam & air secukupnya.

Cara Buat.
- Campur terigu, telur & garam. Uleni pakai tangan sampai kalis dengan sedikit² dicampur air.
- Buat bulatan 5 buah, diamkan 30 menit.
- Pipihkan bulatan tadi, setipis kulit kue dadar.
- Siapkan teflon sedang , oleskan minyak & panggang sampai matang.

-Chef Dhino-
.:AFC Spectator:.



Selasa, 17 November 2009

2012 Movie - Film standar alias biasa saja.

Baru semalam saya nonton filmnya.
Dan kira-kira begini ceritanya.

Bermula dari ramalan bangsa Maya.
Tahun 2012 adalah akhir dunia.

Ketika terpaan badai Matahari.
Mempengaruhi panas inti Bumi.

Kerak Bumi bergerak dan bergetar.
Gempa hampir dua digit sekala richter.

Daratan mengalami keretakan amat lebar.
Tercipta jurang dalam menganga di setiap Kota besar.

Gedung-gedung roboh, hancur dan terperosok.
Tidak ada tempat aman di setiap pelosok.

Gunung-gunung memuntahkan lahar apinya.
Laut meluapkan ribuan meter tinggi airnya.

Tapi di saat kacau-balau itu.
Disaat huru-hara tidak menentu.
How Lucky..komunikasi via ponsel masih bisa.
Mereka pakai Esia pastinya. :D

Singkat cerita badai berlalu.
Timur Barat Utara Selatan tercipta Bumi baru.

Sejumlah orang selamat di Bahtera.
Jagoannya? Ya iya lah ikut selamat tentunya.

Sungguh visualisasi film itu masih kurang ngeri.
Jika dibandingkan dengan ramalan Kitab Kuno ini.

56:04 Apabila bumi digoncangkan sedahsyat-dahsyatnya.
56:05 dan gunung-gunung dihancur luluhkan sehancur-hancurnya.
56:06 maka jadilah dia debu yang berterbangan.

70:08 Pada hari ketika langit menjadi seperti luluhan perak.
70:09 Dan gunung-gunung menjadi seperti bulu (yang berterbangan).

77:08 Maka apabila bintang-bintang telah dihapuskan.
77:09 Dan apabila langit telah terbelah.
77:10 Dan apabila gunung-gunung telah dihancurkan menjadi debu.

81:01 Apabila matahari digulung.
81:02 Dan apabila bintang-bintang berjatuhan.
81:03 Dan apabila Gunung-gunung dihancurkan.

81:04 Dan apabila unta-unta yang bunting ditinggalkan (tidak diperdulikan).
81:05 Dan apabila binatang-binatang liar dikumpulkan.
81:06 Dan apabila lautan dijadikan meluap.

99:01 Apabila bumi digoncangkan dengan goncangannya (yang dahsyat).
99:02 Dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya.
99:03 Dan manusia bertanya: "Mengapa bumi (jadi begini)?

101:4 Pada hari itu manusia adalah seperti anai-anai yang bertebaran,
101:5 dan gunung-gunung adalah seperti bulu yang dihambur-hamburkan.

Kapan ya HOLLYWOOD buat film dari ramalan itu?
Mungkinkah jalan ceritanya persis begitu?

Peran utamanya mati.
Semua orang yang kita cintai pergi.
Saudara, sahabat, teman tidak sempat telponan lagi.
Semua dengan urusannya sendiri-sendiri.

Biarlah bagi saya.
Setiap saat mau diapakan Bumi ini, luas Langit dan seisinya.
Terserah DIA yang punya kuasa.

Allahuma Antassalam.
Waminkassalam.
Tabarakta Ya Dzalzalaliwalikram.

Jumat, 25 September 2009

"Maaf", Kata Yang Banyak Diucapkan Orang Dalam Satu Minggu Terakhir.


Tidak terasa hari ini sudah 6 Syawal 1430 Hijriah. Sudah hampir satu minggu Hari Raya Idul Fitri berlalu. Dan Alhamdulillah buat kita yang berpuasa Syawal dari H+1 Idul Fitri, sekarang sudah berpuasa dihari ke 5.

Mengenai judul tersebut saya ambil dari YM status temanku. Betapa ucapan kata maaf meningkat pada saat Idul Fitri yang biasanya diiringi dengan bersalaman. Kurang afdol rasanya kalau tradisi tersebut kita tidak lakukan.

Entah dari mana tradisi itu bermula. Tradisi yang biasa saya temui pada orang Melayu umumnya dan di Indonesia khususnya. Yang saya tahu alasan bermaaf-maafan itu ialah jika Allah sudah membersihkan kita dari dosa seperti bayi yang baru dilahirkan, sesuai dengan salah satu pengertian kata Idul Fitri yang artinya kembali suci maka sudah selayaknya kita membersihkan diri dari segala kesalahan yang diperbuat pada sesama.

Tapi jika kebetulan kita memiliki kesalahan pada seseorang dan hanya pada moment setahun sekali tersebut kita gunakan kesempatan untuk meminta maaf saya rasa kurang bijak. Bukankah Rasul melarang kita tidak bertegur sapa terhadap sesama lebih dari 3 hari ?

Tidak halal bagi seorang muslim memutuskan saudaranya (tidak menegur sapa) lebih daripada tiga hari, bila keduanya bertemu maka yang seorang ini berpaling dan yang seorang lagi membelakangi. Dan orang yang lebih baik dari keduanya ialah orang yang memulakan dengan ucapan salam. (HR. Bukhari - Muslim).

Rasul juga mengajarkan betapa mudahnya menghapus dosa sesama kita dengan hanya berjabattangan. Kapan saja dimana saja.

Tidaklah dari dua orang muslim yang bertemu lalu bersalaman, kecuali Allah akan mengampuni keduanya sebelum berpisah (kedua tangan mereka lepas). (HR. Abu Dawud, Turmudzi & Ibnu Majah).

Jadi sudah semestinya kebiasaan bertegur sapa saat bertemu & bersalaman penuh keakraban kita biasakan dan tidak harus menunggu saat Idul Fitri tiba.

-Dhino-

Selasa, 15 September 2009

Tips PD Buka Puasa tanpa harus mendengar Azan.


Assalamu'alaikum,

Saat menunggu berbuka saya sering melihat orang repot bertanya apakah saat ini sudah Azan Magrib? Mereka tidak PD kalau tidak dengar lewat TV, Radio atau Masjid. Seolah hanya info dari sumber tersebut yang valid.

Padahal sumber tersebut pun melihat waktu berbuka dari jadwal shalat juga, umumnya patokan waktu mereka dari melihat Jam dan bukan langsung melihat tenggelamnya Matahari.

Alat yg mereka pakai dengan mudah bisa kita miliki, Jam & Jadwal Shalat atau saat Ramadhan biasa disebut Jadwal Imsakiyah.

Kenapa kita tidak langsung menentukan waktu berbuka dari jam yg kita punya saja?
Yang perlu kita perhatikan :

1. Beli jam yg ada digital display sampai dengan detik dengan kualitas akurasi waktu yang terjamin. Mahal tidak mengapa karena memiliki rujukan waktu yang akurat setiap saat jauh lebih penting daripada memiliki jam dengan hanya mementingkan style. Apalagi buat seorang muslim yg selalu shalat 5 waktu sehari.

2. Hindari kebiasaan memperlambat atau mempercepat waktu pada jam anda.


3. Setting jam dengan rujukan Word Time Server yang akurat. Di internet banyak yang bisa kita temui.
Kalau saya merekomendasikan
www.timeanddate.com karena hitungannya sampai dengan detik dan terus counting saat kita masuk pada link waktu tersebut.Contoh untuk Jakarta http://www.timeanddate.com/worldclock/city.html?n=108 .


Nah sekarang anda bisa dengan PD untuk menentukan waktu berbuka dan waktu shalat hanya cukup melihat jam yang anda miliki sendiri.

.:Selamat berpuasa:.

-Dhino-

Rabu, 11 Februari 2009

Fenomena Merokok


Saya ingin bisa merokok.
Biar keliatan cool, gaya, gaul, dan gagah gitu.
Tapi nga suka sama bau asepnya, terkadang bikin mual.

Padahal saya lahir dari keluarga perokok.
Papa Mama saya dulunya perokok.
Masih inget saat kecil setiap kali saya disuruh beli rokok oleh mereka.

Sekarang di keluarga tinggal Nenek saya yg sepuh yg masih merokok.

Saya takjub dengan aktifitas menghisap asap yang satu itu.
Bisa dilakukan kapanpun, dimanapun, dan oleh siapapun.

Kata mereka...

Merokok sehabis makan, nikmat.
Merokok sambil ngobrol, nyaman rasanya.

Merokok saat pusing, cocok jadi teman.
Merokok saat senang, apalagi.

Merokok saat cuaca dingin, menghangatkan.
Merokok saat cuaca panas, bikin tenang.

Merokok sehabis berolahraga, mantap.
Merokok sambil bermusik, tambah keren.

Merokok saat duduk-duduk di Masjid, hal biasa.
Merokok saat dugem atau clubbing, gaul.

Merokok saat jalan-jalan, jadi santai.
Merokok saat nganggur, jadi banyak ide.

Merokok saat bengong, fikiran terbuka.
Merokok saat berfikir, meningkatkan konsentrasi.

Merokok saat kerja, aktifitas lancar.
Merokok saat istirahat, memang itu waktunya.

Merokok saat bertamu, nyaman suasana.
Merokok saat berteman, bikin akrab.

Perokok kelas atas, pantas.

Perokok orang miskin, masih tetap pantas.

Perokok TNI Polri, tambah gagah.
Perokok preman, tambah gahar.

Perokok berjas dan berdasi , keren.
Perokok berbaju koko dan berpeci, apa yang salah?

Perokok cewek cantik, cute.
Perokok cowok ganteng, macho.

Perokok ABG, terlihat dewasa.
Perokok Kakek-kakek, berwibawa.

Dan banyak lagi...

Tapi ada satu hal yang menurut saya sangat aneh.
Yakni Perokok BISA melakukan aktifitasnya saat BAB.
Luar biasa!

Mungkin saat gas buang yang bau dikeluarkan.
Lalu dikombinasikan dengan asap tembakau jadi lebih nikmat rasanya.
Slurruph..hmmn..sulit dibayangkan.

Pernah ku bertanya pada temanku yang perokok.
Gimana kalau BAB sambil hisap permen untuk menggantikannya.
Jawabnya "Ih jijik lah. kenapa nga makan nasi padang aja sekalian?!"

Waah..sungguh jawaban yang aneh. :D

-Dhino-